Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun, dan Hal yang Membatalkannya

Senin, 24 Februari 2025 | Februari 24, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-02-25T00:04:13Z

Bersiap Menyambut Ramadan, Bulan suci Ramadhan semakin dekat. Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita mengkaji ulang hukum-hukum puasa , agar dapat menjalankannya dengan lebih baik dan sempurna. Berikut ini adalah panduan lengkap tentang syarat, rukun, serta hal-hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa.


Syarat Wajib Puasa


Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat berikut:


1. Islam – Hanya bagi umat Islam.

2. Baligh – Sudah mencapai usia dewasa.

3. Berakal – Tidak gila atau kehilangan kesadaran.

4. Sehat – Tidak sedang sakit yang berat.

5. Bermukim – Tidak dalam keadaan musafir (bepergian jauh).

6. Suci – Tidak dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.


Syarat Sah Puasa


Agar ibadah puasa sah, seseorang harus memenuhi syarat ini:


  1. Islam – Bukan orang non-Muslim.
  2. Berakal & Mumayyiz – Bisa membedakan baik dan buruk.
  3. Suci dari Haid dan Nifas – Wanita yang haid atau nifas tidak boleh berpuasa.
  4. Telah masuk bulan Ramadhan – Berdasarkan ru'yah hilal atau hitungan hisab.

Rukun-Rukun Puasa


Puasa tidak sah tanpa rukun berikut:


  1. Orang yang berpuasa – Harus memenuhi syarat wajib dan sah puasa.
  2. Niat – Harus dilakukan sejak malam sebelum fajar.
  3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa – Seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.

Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun, dan Hal yang Membatalkannya


Hal-Hal yang Membatalkan Puasa


Puasa batal jika seseorang melakukan hal berikut dengan sengaja:


  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Memasukkan benda ke dalam rongga tubuh secara sengaja (hidung, telinga, mulut, kemaluan)
  3. Muntah dengan sengaja
  4. Keluar haid atau nifas bagi wanita
  5. Gila (hilang akal)
  6. Murtad (orang luar Islam)
  7. Keluaran mani dengan sengaja
  8. Bersetubuh di siang hari


Perkara Sunah Saat Puasa


Agar puasa lebih sempurna, disarankan untuk melakukan hal-hal berikut:


  1. Segera buka saat maghrib
  2. Berbuka dengan kurma atau makanan manis
  3. Membaca doa secara terbuka
  4. Melambatkan sahur hingga mendekati subuh
  5. Memperbanyak membaca Al-Qur'an, dzikir, dan berselawat
  6. Banyak bersedekah
  7. Menjaga lisan dari perkataan sia-sia dan buruk
  8. Mandi junub sebelum subuh jika dalam keadaan junub


Hal-Hal yang Makruh Saat Puasa


Makruh dilakukan karena dapat mengurangi pahala puasa, antara lain:


  1. Suntik
  2. Berbekam
  3. Berkumur-Kumur
  4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
  5. Mandi Yang Berlebihan
  6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah


Lima Hal yang Menghilangkan Pahala Puasa


Selain membatalkan puasa, ada juga hal-hal yang dapat mengurangi atau menghilangkan pahala puasa , yaitu:


  1. Berdusta (berbohong)
  2. Ghibah (menggunjing orang lain)
  3. Mengadu domba
  4. Sumpah palsu
  5. Memandang seseorang dengan nafsu
  6. Mengucapkan kata-kata kotor dan makian


Golongan yang Wajib Mengqadha Puasa


Orang yang meninggalkan puasa wajib menggantinya (qadha) jika termasuk dalam golongan ini:


  1. Orang sakit yang masih bisa sembuh
  2. Musafir yang bepergian jauh
  3. Wanita haid atau nifas
  4. Orang yang lupa berpuasa
  5. Orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa uzur
  6. Orang yang pingsan atau mabuk
  7. Orang yang sangat lapar atau haus hingga membahayakan diri sendiri


Mereka yang Wajib Membayar Fidyah


Fidyah adalah denda berupa makanan yang harus diberikan kepada fakir miskin bagi yang tidak bisa mengqadha puasa, seperti:


  1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1½ Liter Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal. Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 3 Liter Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
  2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
  3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
  4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)
  5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1½ Liter Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya


Kifarat Bersetubuh di Siang Hari Ramadhan


Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :


  1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P (Sekiranya Tidak Mampu)
  2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
  3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat


Tingkatan Puasa


Menurut para ulama, puasa terbagi menjadi tiga tingkatan:


  1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
  2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
  3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin


Orang yang Dibolehkan Meninggalkan Puasa


Beberapa golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa, di antaranya:


  1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran
  2. Orang Musafir
  3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
  4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
  5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu


Persiapkan Diri untuk Puasa yang Lebih Baik


Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, namun juga melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperbanyak amal kebaikan . Dengan memahami syarat, rukun, serta hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa, kita bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih sempurna.


Semoga puasa kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan membawa banyak manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Selamat menunaikan ibadah puasa!

×
Berita Terbaru Update